Mzm 25:20; Yoh 8:44

Manggis merupakan buah yang berasal dari pohon tropis yang tumbuh dalam suhu hangat dan stabil.
Buah manggis umumnya berwarna ungu gelap kehitaman, dan memiliki isi yang berwarna putih. Rasa buah ini adalah asam manis. Terkadang bisa sangat manis, dan bisa juga sangat asam. Bentuk isi dan buah manggis sangat mirip seperti buah jeruk, karena di dalamnya terdapat beberapa bagian isi yang dapat dinikmati satu per satu. Hal yang unik dari buah ini adalah jumlah isi buah di dalamnya selalu dapat kita tebak tanpa perlu membukanya terlebih dahulu, tidak seperti jeruk yang tidak bisa kita ketahui berapa isinya. Caranya sangat mudah, kita dapat melihat ke bagian bawah buah manggis. Kita dapat menemukan bagian dari buah yang bentuknya mirip seperti bunga dan memiliki bagian² kelopak. Hitunglah jumlah kelopak tersebut, maka isi dari buah manggis di dalamnya pasti akan sama dengan jumlah kelopak di kulit luarnya. Biasanya isi buah manggis berkisar antara lima sampai tujuh buah, dan yang paling sering muncul adalah enam buah. Oleh karena itu, buah manggis bagi sebagian orang selalu dijuluki sebagai buah yang jujur, karena isi di dalamnya tidak pernah berbeda dari jumlah kelopak luar kulitnya yang terdapat di bagian bawah buah tersebut.

Berbicara mengenai kejujuran, firman Tuhan dengan sangat jelas dan tegas mengatakan bahwa Tuhan sangat menyukai orang yang jujur dan membenci para pendusta. Bahkan firmanNya berkata bahwa ada dampak negatif yang diakibatkan oleh mulut yang dipenuhi dusta (Ams 11:3, 11). Tuhan sangat membenci dusta, bagi Tuhan dusta adalah sebuah kekejian, dan Tuhan tidak berkenan kepada orang² yang gemar berdusta. Ams 12:22 berkata bahwa orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, namun sebaliknya Tuhan berkenan kepada orang yang berlaku setia.
Perkataan dusta mungkin dapat menguntungkan kita. Namun di sisi lain, hal itu dapat sangat merugikan orang lain. Bagaimana biasanya kita menjalankan bisnis kita? Apakah kita sering mengucapkan dusta dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar? Ingatlah bahwa kita merupakan anak² Raja di atas segala raja. Mengapa harus merasa cemas akan mengalami kerugian jika kita berkata jujur? Bapa kita sangat kaya dan Dia lebih dari sanggup untuk memberkati kita. Atau mungkin kita memiliki kebiasaan untuk tidak berkata jujur karena mau menyembunyikan perbuatan dosa kita dari orang lain? Dosa yang lain dilakukan untuk menutupi dosa sebelumnya, dusta yang lain dikatakan untuk menutupi dusta sebelumnya. Sadarlah bahwa perbuatan dosa itu bukan untuk ditutupi, melainkan untuk diakui dan diselesaikan. Tuhan tidak ingin kita terus-menerus hidup dalam rantai dusta yang mengikat kita.
Dusta tidak akan membawa kita kepada berkat Tuhan. Oleh karena itu, berkatalah jujur jika kita ingin diberkati Tuhan.

*Mengapa harus memberitakan kebohongan jika kita mengatakan kejujuran*ingatlah kita jauh dari kecemasan*tapi hantu kebohobgan membuat kita tidak tenang*jujurlah di hadapan Tuhan dan sesama*Tuhan Yesus Memberkati*berharap corona segera tuntas*bersukacita hidup dalam bersaksi (marturia), bersekutu (koinonia) dan karya nyata (diakonia)*salam ate metedeh*selamat pagi*

Pdt.Obet Ginting dan keluarga.

Close Bitnami banner
Bitnami